Minggu, 05 Juli 2015
Tentang rasa, melur dan hujan
Biarkan kenangan lepas bersama hujan layak nya melur yang jatuh dari tangkai nya. Tidak lagi membahas pembicaraan yang sudah basi terdengar di cuping telinga. Biarkan saja, Aku tidak akan lagi menulis nama nya sekarang bahkan aku sudah berhenti membicangkan nama nya di setiap bait indah ku. Biarpun ketika sepi datang sekalipun aku tidak ingin mengingat nya bukan karena aku ingin melepasnya, TIDAK!!!!!! aku hanya tidak ingin merusak rasa ku, tidak ingin merusak semua rasa. Aku hanya menyesalkan kenapa sa'at ini? Tidak mengapa tanpa nya sa'at ini karena aku memang tidak membutuhkan nya. Biarkan saja rindu ini tak terbalas, biarkan saja semua kata tertelan pahit. Aku hanya tidak ingin sesuatu yang menakutkan terjadi, bukan aku sedang mundur perlahan secara senyap lantas hilang. Aku hanya belum siap ketika waktu nya nanti apa yang selama ini aku harapkan menjadi hampa dan beku. Kalau ia terjadi aku tidak akan menyalahkan nya, aku hanya akan menyalahkan diriku, metaku dan ambisi-ambisi ku. Jangan takut aku akan menangisi mu bersama hujan nanti, jangan khawatir melihat ku nanti, karena itu belum terjadi. Tidak ingin memiliki apa yang tidak seharusnya aku sentuh layak nya percikan hujan ini, tidak juga layak nya angin yang berhembus itu. Aku akan menangis sedih ketika engkau melihat ku dengan iba bukan karena rasa kasih mu. Aku memang sedang menghapus perlahan tiap jejak mu di kotak memori ku, karena aku tahu siapa lah diriku, bukan karena aku setengah kosong hanya karena aku yang tidak tahu malu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar