Sabtu, 04 Juli 2015
My hospital
Sesak nya fikiran, sempitnya peluang terlalu banyak nya masalah yang seakan akan bertumpuk layak nya buku yang berjilid jilid. Terkadang ingin rasanya sehari saja bersama dengan aroma buku dengan pemandangan yang khas buku ada di mana mana dengan isi nya masih terbuka seakan akan berteriak ingin segera di ambil dan lihat dalam nya. Merindukan saat masih bisa menikmati secangkir es susu coklat, membaca sambil duduk di bawah jendela atau bahkan ketika jenuh datang bisa saja aku duduk di ambang jendela menggoyangkan kaki membaca buku dan mendengarkan radio yang memang selalu on all day di kamar tercinta. Aku memang penikmat musik dan menyukai membaca tapi itu dulu. Kesukaan ku berangsur angsur hilang seiring berjalan nya waktu dan perubahan meta ku. Tidak ada lagi suara radio yang biasa ku dengar setiap waktu atau buku yang biasa ku baca. Rasa nya otak ku membutuhkan sebuah lampu pijar baru. Dulu meminjam adalah hobi ku, yah karena memang selain faktor cepat habis membaca tapi karena faktor ketidakmampuan ku untuk membeli nya. Hari ini aku punya mimpi baru, ingin membuat sebuah perpustakaan kecil untuk rumah kecil ku nanti. dengan nuansa klasik pasti nya. Aku mulai memikirkan bagaimana langkah yang harus aku ambil nanti nya, apakah aku harus mengasah kemampuan bercerita ku, kemampuan berimajinasi ku yang memang benar harus ada wadah yang positif untuk menyalurkan kekurangan ku ini yaitu berimajinasi yang memang sangat terkesan aneh dan juga kemampuan menulis ku. A library is a hospital for the mind. That's why I should do something as possible as I can. Ingin segera mengobati otak yang memang sudah lama tidak ku manjakan dan ingin segera membuka seluruh penjuru pintu dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar