All of about us
Minggu, 12 Juli 2015
Minggu, 05 Juli 2015
Tentang rasa, melur dan hujan
Biarkan kenangan lepas bersama hujan layak nya melur yang jatuh dari tangkai nya. Tidak lagi membahas pembicaraan yang sudah basi terdengar di cuping telinga. Biarkan saja, Aku tidak akan lagi menulis nama nya sekarang bahkan aku sudah berhenti membicangkan nama nya di setiap bait indah ku. Biarpun ketika sepi datang sekalipun aku tidak ingin mengingat nya bukan karena aku ingin melepasnya, TIDAK!!!!!! aku hanya tidak ingin merusak rasa ku, tidak ingin merusak semua rasa. Aku hanya menyesalkan kenapa sa'at ini? Tidak mengapa tanpa nya sa'at ini karena aku memang tidak membutuhkan nya. Biarkan saja rindu ini tak terbalas, biarkan saja semua kata tertelan pahit. Aku hanya tidak ingin sesuatu yang menakutkan terjadi, bukan aku sedang mundur perlahan secara senyap lantas hilang. Aku hanya belum siap ketika waktu nya nanti apa yang selama ini aku harapkan menjadi hampa dan beku. Kalau ia terjadi aku tidak akan menyalahkan nya, aku hanya akan menyalahkan diriku, metaku dan ambisi-ambisi ku. Jangan takut aku akan menangisi mu bersama hujan nanti, jangan khawatir melihat ku nanti, karena itu belum terjadi. Tidak ingin memiliki apa yang tidak seharusnya aku sentuh layak nya percikan hujan ini, tidak juga layak nya angin yang berhembus itu. Aku akan menangis sedih ketika engkau melihat ku dengan iba bukan karena rasa kasih mu. Aku memang sedang menghapus perlahan tiap jejak mu di kotak memori ku, karena aku tahu siapa lah diriku, bukan karena aku setengah kosong hanya karena aku yang tidak tahu malu.
Sabtu, 04 Juli 2015
My hospital
Sesak nya fikiran, sempitnya peluang terlalu banyak nya masalah yang seakan akan bertumpuk layak nya buku yang berjilid jilid. Terkadang ingin rasanya sehari saja bersama dengan aroma buku dengan pemandangan yang khas buku ada di mana mana dengan isi nya masih terbuka seakan akan berteriak ingin segera di ambil dan lihat dalam nya. Merindukan saat masih bisa menikmati secangkir es susu coklat, membaca sambil duduk di bawah jendela atau bahkan ketika jenuh datang bisa saja aku duduk di ambang jendela menggoyangkan kaki membaca buku dan mendengarkan radio yang memang selalu on all day di kamar tercinta. Aku memang penikmat musik dan menyukai membaca tapi itu dulu. Kesukaan ku berangsur angsur hilang seiring berjalan nya waktu dan perubahan meta ku. Tidak ada lagi suara radio yang biasa ku dengar setiap waktu atau buku yang biasa ku baca. Rasa nya otak ku membutuhkan sebuah lampu pijar baru. Dulu meminjam adalah hobi ku, yah karena memang selain faktor cepat habis membaca tapi karena faktor ketidakmampuan ku untuk membeli nya. Hari ini aku punya mimpi baru, ingin membuat sebuah perpustakaan kecil untuk rumah kecil ku nanti. dengan nuansa klasik pasti nya. Aku mulai memikirkan bagaimana langkah yang harus aku ambil nanti nya, apakah aku harus mengasah kemampuan bercerita ku, kemampuan berimajinasi ku yang memang benar harus ada wadah yang positif untuk menyalurkan kekurangan ku ini yaitu berimajinasi yang memang sangat terkesan aneh dan juga kemampuan menulis ku. A library is a hospital for the mind. That's why I should do something as possible as I can. Ingin segera mengobati otak yang memang sudah lama tidak ku manjakan dan ingin segera membuka seluruh penjuru pintu dunia.
Selasa, 30 Juni 2015
My childhood
Seandainya. Kenapa harus ada kata " Seandainya". Kalau saja tidak mengurangi bahkan terkesan sama saja. Jika Aku terlahir kembali akankah aku meminta buku menjadi hal yang paling aku sukai? Akankah aku meminta kutu buku menjadi panggilan ku. Tidak!!!!!! menjadi seorang kaki novel sangat menyakitkan. kenapa? karena aku bisa saja menemukan sejuta alasan untuk itu.
Langganan:
Komentar (Atom)




